Jumat, 06 Juni 2014

Pedagogi dan Andragogi

Assalamu’alaikum Wr. Wb. ^.^
Apa kabar teman-teman sekalian? Semoga kita masih di dalam lindungan Allah SWT ^u^.
Kali ini saya akan membahas tentang Pedagogi dan Andragogi. Mungkin buat sebagian teman-teman istilah ini masih sedikit asing. Tapi sebenarnya istilah tersebut sangat dekat dengan kehdupan kita sehari-hari.
      Pedagogi adalah  ilmu atau seni belajar anak-anak, proses pembalajarannya terpusat pada guru atau orang tua yang bertanggung jawab atas semua tindakan mereka. Dimulai dari masa kanak-kanak awal sampai remaja akhir (mis, TK – SMA)
Sedangkan Andargogi merupakan ilmu atau seni mengajar orang dewasa, proses pembelajarannya terpusat pada peserta didik. Dimulai dari dewasa awal sampai seterusnya (mis, Kuliah)
Nah dari dua pengertian tersebut dapat kita ketahui dengan jelas perbedaan Pedagogi dan Andragogi. Terdapat juga beberapa perbedaan antara Pedagogi dan Andragogi, yaitu:

Pedagogi
Andargogi
Pembelajar disebut “siswa” dan atau “anak didik”
Pembelajar disebut peserta didik
Gaya belajarnya dependen
Gaya belajarnya independen
Tujuan ditentukan sebelumnya
Tujuan fleksibel
Metode pelatihan pasif, seperti ceramah
Metode pelatihan aktif
Guru mengontrol waktu dan kecepatan
Pembelajaran mempengaruhi waktu dan kecepatan
Peserta berkomitmen sedikit
Keterlibatan /konstribusi peserta sangat penting
Belajar berpusat pada isi /  pengetahuan teoritis
Belajar dan berpusat pada masalah kehidupan nyata
Guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide atau contoh
Peserta dianggap sumber daya utama dan ide-ide dan contoh
Peserta berkontribusi sedikit dengan pengalaman
Diasumsikan peserta didik memiliki pengalaman untuk berkontribusi

Kalau kita cermati dari yang saya tulis didalam table tersebut mungkin teman-teman sada bahwa oh itu lho yang terjadi ada diri kita ada masa-masa sekolah dan kuliah ^.^
Kita lihat deh dulu pas waktu kita zaman SD, SMP, SMA kita itu sebagai murid disebut sebagai “siswa” atau “anak didik”, hal itu dikarenakan kita hanya bisa menerima ilmu saja dari guru kita. Contohnya kita belajar membaca dan menulis kita tidak tahu kenapa huruf ‘a’ harus seperti itu bentuknya kenapa bentuknya tidak seperti huruf ‘o’ kita hanya menerima apa yang guru bilang saja bahwa huruf ‘a’ adalah seperti itu dan bukan seperti huruf ‘o’. Sedangkan pada zaman saya Kuliah ini kami sebagai mahasiswa disebut sebagai “peserta didik” atau “warga belajar”.
Kita juga belajar hanya berdasarkan isi dan pengetahuan teoritis tanpa kita mengetahui konsep dan pengaplikasian yang jelas misalnya, saya tahu rumus dan pengertian dari phitagoras dan aljabar tapi saya tidak tahu sama sekali rumus-rumus tersebut saya gunakan untuk apa, yang saya tahu hanya bagaimana cara menghitung menggunakan rumus tersebut. Tapi ketika saya duduk di bangku Kuliah saya diharuskan berfikir kritis dan juga bisa mengambil manfaat dari kehidupan yang saya alami sehari-hari. Misanya seperti saya yang kuliah di Psikologi ini saya bisa mengambil manfaat dan kesimpulan dari teori yag saya pelajari dengan mengambil manfaat dari penglaman saya dan itu membuat saya semakin mengerti tentang materi tersebut. Maka dari itu pengalaman memiliki kontribusi yang sanagt penting pada Andragogi sedangkan pada Pedagogi hanya sedikit berkontribusi.
Hahaha… mungkin temen-temen saya pernah merasakan ini kalau misalnya dulu pas masih zaman sekolah kalau guru gak datang seneng banget dan langsung bersorak hore karena berarti gak belajar. Kalau di kuliah dosen gak datang bukan berarti langsung gak belajar, malah kita dituntut mandiri dengan belajar sendiri tanpa terikat dengan dosen. Sedangkan di sekolah kita sangat terikat dengan guru dikarenakan hanya guru sebagai sumber ilmu. Hal ini menyebabkan kita menjadi tidak mandiri dan pembelajaran yang dilakukan bersifat pasif. Sehingga apa yang guru katakan ‘ditelan bulat-bulat’, malah lebih percaya kata guru daripada orang tua. Hehehe…… :D
Kalau dikuliah kalau gak bertanya gak akan tau apa-apa malah ga dapat nilai tambah juga. Saya teringat dengan salah satu mata kuliah yang saya ambil sebut saja mata kuliah X. Dosennya masuk, menyapa kami kemudian beliau bertanya “anak-anak ada yang mau ditanyakan tentang materi kuliah hari ini?”, kami semua hanya diam saja. Kemudian dosen tersebut mengulang pertanyaan tersebut sampai 3x kemudian beliau bilang kayak gini “kalau tidak ada yang bertanya saya anggap sudah mengerti. Kalau begitu saya akhiri saja perkuliahan hari ini ya”, Asli habis itu kami semua semua sibuk mencari pertanyaan untuk dosen tersebut.
Hehehe… mungkin itu saja yang dapat saya paparkan dari sedikit pemahaman saya dan secuil pengalaman saya selama mengenyam pendidikan.

Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Assalamu’alaikum Wr. Wb. ^.^

Senin, 12 Mei 2014

Menjadi Lebih Baik

Sebagai manusia, kita semua pasti tak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Namun sekelam apapun masa lalu kita, masa depan kita masih bersih tanpa noda. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Salah satu bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya, Allah membuka pintu ampunan dan taubat bagi seluruh hamba-Nya. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang rajin bertaubat dan (Allah) mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al-Baqarah [2] : 222).

“Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zumar : 53).

Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya..
Mulai detik ini, maafkanlah segala kesalahan di masa lalu dan mari bertaubat dengan sungguh-sungguh agar kita termasuk orang-orang yang dicintai-Nya :')

Ya Allah, sungguh aku telah mendzolimi diriku sendiri, dengan kedzaliman yang sangat besar, tidak ada yang bisa mengampuni diriku melainkan Engkau, maka ampunilah diriku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan sayangilah diriku, sungguh Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang (HR. Bukhari-Muslim).

Jumat, 09 Mei 2014

Jodoh

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama... 

Maka sejauh apapun mereka,
Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi,
Sebesar apapun perbedaan diantara mereka,
Sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarkannya..

Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya,
Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya...

Tetap saja mereka akan bersatu,
Seakan ada magnet yang menarik mereka,
Akan ada hal yang datang untuk menyatukan mereka berdua akan Ada suatu kejadian yang membuat mereka saling mendekat dan akhirnya bersatu.

Namun...
Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh...

Maka sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat, Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya,
Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua,
Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya...

Akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh,
Ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok,
Ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik,
Ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu bahkan kalau mereka diikat sekalipun pasti akan terlepas ikatan itu...

Yakinlah dengan segala ketentuan yg diberikan oleh ALLAH,
Apa yg telah Dia gariskan,
Yang telah ditulis oleh ALLAH dalam Kitab-Nya..
Adalah yang TERBAIK untuk kita karena ALLAH-lah yang Maha tahu apa yang TERBAIK buat kita..

Karenanya, jika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan,
Itu bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya,
Namun justru bererti kita pantas mendapatkan yang lebih baik lagi...

Yakinlah..
ALLAH akan memilihkan yang Terbaik bagimu dan menggantikan kehilangan itu dengan yang lebih baik lagi menurut pilihan-Nya

wallaahu'alam bish showaab

https://www.facebook.com/DakwahMuslimah

Khalwat

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.

"Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

"Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya." (Hadis Sahih)

Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan
Tetapi berbual-bual melalui telepon di luar keperluan syar'i juga berkhalwat
Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun secara fisik tidak berada dalam satu tempat, serta mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh siapa pun
Begitu pun dengan sms, email, chatting, Facebook, dan media lainnya jika menjadi alat untuk berkhalwat, maka hukumnya adalah haram

Sangat menyedihkan melihat kenyataan dewasa ini...
Saudara-saudara kita banyak yang menjaga batas pergaulan dengan selain bukan mahramnya, namun di dunia maya malah bebas berinteraksi tanpa batasan syara'

“ikhwan yang sms atau nelpon aku tujuannya dakwah kok, dia selalu sms-in aku buat bangunin tahajud...”
Hehehe ukhti sayang, kalau benar dia ingin kebaikan, masa sih beliau mau menyiakan perasaannya dan perasaanmu hanya dengan memperjuangkan suatu kebaikan yang malah menimbulkan kejahatan yang lebih besar : zina hati!
Hati-hati modus pencurian hati zaman sekarang ya akhwat.., hehe... #peace

“terus, kalau emang ada alasan syar’i gimana?”
Bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan
Di sinilah menuntut kejujuran kita kepada Allah dalam mengukur sejauh mana urusan kita itu, apakah benar untuk satu keperluan atau mengikut nafsu semata.

Lakukan seperlunya. Selesaikan komunikasimu tanpa embel-embel apapun dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya!

Berikut tips komunikasi syar’i melalui media teks (sms, chatting, dll) dengan selain mahram
1. Ga pake emote apapun (misal  :’(    apalagi atau  ) GUBRAK!
2. Ga pake tambahan tawa “hahaha” “hihihi” “hehehe” “wkwkwk” dan sejenisnya
3. Kata2nya ga usah dpanjangin (misal “okeeee” “iyaaaaa” “haaaaaah?” “waaaaww” “istimewaa”)
4. Isi pesan langsung TO THE POINT, pembukaan dan penutupan hanya berupa salam pun ga masalah
5. Ga ada lelucon atau apapun yang mengundang tawa
6. Intinya lakukan komunikasi sesingkat dan sewajar mungkin, makin datar makin baik, karena menutup celah hadirnya setan di tengah-tengah kalian

“kok dingin banget sih? Gimana kalau ikhwannya sakit hati?”
Biarin aja, daripada “kok panas banget sih? Gimana kalau ikhwannya jatuh hati?” 
Tugas kita adalah menjaga kehormatan diri kita dan diri mereka
Perkara perasaan mereka, itu sama sekali bukan urusan kita
Karena yang kita lakukan sudah berunsur syar’i, melakukan hal yang Allah SWT sukai...

Ada lagi yang punya tips komunikasi syar’i? Silakan..

wallaahu’alam bish showaab
#HM

Sumber
https://www.facebook.com/notes/indahnya-berpurdah/hukum-chatting-dengan-lelakiperempuan-bukan-mahram/366642553365372
https://www.facebook.com/notes/ar-rifan/ikhwan-akhwat-blacklist-/10150683281151418?ref=nf

https://www.facebook.com/DakwahMuslimah

Jumat, 18 April 2014

TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN OBSERVASI KE SEKOLAH


Tugas pendidikan: evaluasi hasil observasi
   A.     Identitas Sekolah
Nama sekolah                  : SD Negeri  No. 068083
Alamat sekolah                : Jl. Kemuning Kel. Tj. Rejo Kec. Medan Sunggal
Uang Sekolah                  : Dana BOS
Konsep Belajar                : offline (media mendengarkan)
  B. Uraian Aktivitas Observasi
Hari pelaksanaan    : Jum’at, 28 Mret 2014
Waktu Pelaksanaan : 08.00-10.00 wib
Pembagian Tugas    : Setiap anggota mengamati perilaku siswa
                                        dan guru berinteraksi saat proses belajar
Narasumber          : - S. Nasution, SpdI (Kepala Sekolah) 
                                     -          Beberapa pengajar (Guru)
  C. Objek Observasi
Objek yang menjadi observasi dalam tugas ini adalah siswa-siswi dari kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 068083 yang khususnya pada kelas VA yang merupakan kelas pagi.
  D.     Laporan Observasi
1.    Landasan Teori
-Teory Vygotsky
Scaffolding adalah dukungan temporer yang diberikan oleh orang tua, guru atau yang lainnya kepada anak untuk melakukan sebuah tugas sampai si anak dapat melaksanakannya seorang diri. Ketika tugas yang akan dipelajari murid adalah materi atau pembahasan yang baru, maka guru akan melakukan intruksi langsung kepada murid. Saat kemampuan murid meningkat maka semakin sedikit bimbingan yang diberikan.
Zone of Proximal Development (ZPD) adalah istilah Vygotsky untuk serangkaian tugas yang terlalu sulit dikuasai anak secara sendirian tetapi dapat dipelajari dengan bantuan dari orang dewasa atau anak yang lebih mampu.
Pada saat pelajaran matematika guru memberikan soal dari materi yang baru saja dipelajari. Awalnya guru memberikan contoh soal dan mengerjakannya di papan tulis agar semua murid bisa melihat dan mengerti bagaimana cara mengerjakan soalnya. Tetapi soal yang diberikan guru tersebut masih tahap soal yang mudah. Setelah itu guru memberikan soal yang lain tapi masih soal yang mudah untuk dikerjakan murid secara individu. Jika murid tersebut masih mengalami kesulitan mereka menghampiri guru dan menanyakan letak salahnya dan meminta diajarkan kembali. Pada saat ini guru menggunakan metode Zone of Proximal Development (ZPD).
Selain itu guru juga menggunakan metode scaffolding, dimana setelah guru memberikan contoh soal murid diberikan beberapa soal yang masih mudah untuk dikerjakan secara individu. Jika murid sudah bisa menyelesaikan soal yang mudah, setelah itu guru memberikan soal yang lebih sulit.
=Saat guru menjelaskan materi dan menjelaskan cara menyelesaikan contoh soal guru menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan menggunakan pemikiran. Murid yang mendengarkan lalu menjawab ketika guru bertanya juga menggunakan bahasa dan juga pemikiran.
-Teori Edward Thondike
Operant conditioning adalah pembelajaran di mana konsekuensi dari perilaku menyebabkan perubahan dalam probabilitas kejadian. 3 cara dimana konsekuensi keinginan dan ketidak inginan dari kelakuan berpengaruh pada kelakuan di masa yang akan datang :
1.      Positive Reinforcement
2.      Negative Reinforcement
3.      Punishment
1.   Positive Reinforcement
Positive Reinforcement muncul pada saat konsekuensi dari kelakuan menuju pada peningkatan dalam kemungkinan bahwa kita terlibat di kelakuan kedepannya. Di positive reinforcement, konsekuensi oleh kelakuan adalah positive. Sehingga kelakuannya terlibat lebih sering. Kelakuan yang lebih sering dikatakan sebagai operant response, dan konsekuensi yang positive terhadap respon dikatakan sebagai positive reinforcement.
2.  Negative Reinforcement
Reinforcement negative (penguatan negatif) adalah peningkatan suatu frekuensi terhadap suatu perilaku yang positif karena hilangnya sebuah rangsangan yang merugikan (tidak menyenangkan)
Pada proses pembelajaran yang kami amati pada pelajaran Matematika dan Agama Islam guru menggunakan 2 metode di atas. Saat guru memberikan tugas kepada murid, bagi murid yang bisa menyelesaikan soalnya dengan benar maka murid itu akan diberikan nilai yang bagus. Sedangkan untuk siswa yang tidak bisa mengerjakannya dengan bagus maka guru akan memberikan nilai yang rendah. Nilai bagus adalah Positive Reinforcement. Negative Reinforcement nya adalah nilai yang rendah. Reinforcement adalah penguatan. Reinforcement bertujuan untuk menguatkan perilaku murid. Jadi dengan diberi nilai yang baik murid akan bersemangat untuk mendapatkan nilai yang baik lagi jika nanti diberikan tugas. Sedangkan bagi murit yang mendapatkan nilai rendah, murid akan termotivasi untuk mendapat nilai yang baik.
Tapi selama proses belajar berlangsung, murid yang ribut, berjalan-jalan dalam kelas atau yang mengobrol, dibiarkan saja oleh guru. Seharusnya guru juga menerapkan metode negative reinforcement disini. Seperti menegur murid, agar murid tidak rebut lagi. Jadi suasana kelas akan menjadi lebih baik.
3.     Punishment
Punishment  adalah merupakan konsekuensi negatif yang mengarah pada pengurangan frekuensi perilaku yang menghasilkannya.
Namun, selama proses observasi berlangsung, kami tidak menemukan metodee ini pada proses belajar yang dilakukan guru pada siswanya.
-Teori Richard Atkinson dan Richard Shiffrin
Teori mereka adalah teori information-processing. Pendekanan information-processing menyatakan bahwa memori dapat dipahami melalui tiga proses, yaitu encoding, storage, retrieval. Namun dalam proses tersebut terlibat pula tiga system memori yang berbeda, yaitu sensory register, short term memory dan long term memory.
Encoding adalah sebuah proses saat informasi masuk ke dalam penyimpanan ingatan. Storage adalah Penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam econding. Dan retrieval adalah mengambil informasi dari penyimpanan.
Tiga system memori
Sensory register menyimpan informasi dari dunia dalam bentuk sensoris aslinya dalan waktu sangat singkat. Sensory register menyimpan setiap gambar dari pengalaman indrawi sampai bisa dip roses dengan sempurna. Sensory register sangat kaya dan detai, tapi informasi ini akan cepat hilang.
Short term memory adalah suatu proses penyimpanan memori yang bersifat sementara. Short-term memory adalah system ingatan dengan kapasitas yeng terbatas saat informasi dipertahankan selama sekitar 30 detik.
Long term memory atau memori jangka panjang adalah suatu proses memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan  bertahan dalam waktu yang sangat panjang
Metode ini telah digunakan pada murid ketika belajar karena terbukti saat mereka belajar tentang agama Islam dan sebelum memulai pelajaran mereka mengulang pelajar sebelumnya tentang hafalan salah satu ayat Alqur’an. Pada waktu guru memberikan materi, murid mendengarkan, secara tidak langsung murid memasukkan informasi ke dalam penyimpanan. Ini dinamakan encoding. Kemudian murid menyimpan dalam otak apa yang guru jelaskan, proses ini dinamakan storage. Sedangkan saat guru bertanya lalu murid menjawabnya, ini merupakan proses retrieval. Karena murid mengambil kembali informasi yang sudah disimpan.
Saat murid ingin menyimpan informasi dari materi yang diberikan oleh guru, awalnya informasi ini masuk di sensory register, melalui proses atensi (pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan maupun proses kognitif lainnya, seperti saat guru menjelaskan banyak materi, hanya beberapa yang akan diingat) informasi bergerak ke short term memory. Pada bagian ini informasi akan bertahan selama 30 detik. Kecuali dengan meningkatkan memori. Yaitu dengan pengelompokkan atau pengulangan. Lalu memori akan masuk ke long term memory. saat informasi masuk ke long-term memory, informasi dapat diambil kembali seumur hidup.
-Teknologi dan Pendidikan
Di sekolah dasar 068083 belum memakai fasilitas teknologi. Seperti belum ada pemakaian komputer, proyektor, ataupun internet. Padahal sejak sekolah dasar murid sudah pantas diajarkan atau dikenalkan dengan teknologi. Dari info yang kami dapat, hal ini terjadi karena kurangnya dana dan kurang perhatiannya pemerintah pada jenjang pedidikan dasar. Kami menemukan Laboraturium Komputer namun tidak pernah digunakan sesuai dengan fungsinya karena tidak adanya alat yang mendukung.
-Berbagai Pendekatan
1.     Behavioral/behaviorisme
Pandangan yang menyatakan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat dipahami, bukan dengan proses mental. Proses mental didefinisikan oleh psikolog sebagai pikiran, perasaan, dan motif yang kita alami namun tidak bisa dilihat oleh orang lain.
Pendekatan behavioral menekankan arti penting dari bagaimana anak membuat hubungan antara pengalaman dan perilaku, yaitu ada 2 pendekatan :
a.  Pengkondisian Klasik
Tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Pengkondisian klasik dapat berupa pengalaman negatif dan positif dalam diri anak di kelas.
Misalnya : anak gagal dalam ujian dan ditegur, dan ini menghasilkan kegelisahan; setelah itu, anak mengasosiasikan ujian dengan kecemasan sehingga menjadi stimulasiyang terkondisi untuk kecemasan.
b.  Pengkondisian Operan
Sebentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Konsekuensi-konsekuensi tersebut disebut sebagai penguatan dan hukuman.
2.    Kognitif
Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
Terdapat 4 pendekatan kognitif utama untuk pembelajaran : kognitif sosial, pemrosesan informasi kognitif, konstruktivis kognitif, dan konstruktivis sosial.
·         Pendekatan kognitif sosial, yang menekankan bagaimana faktor perilaku, lingkungan, dan orang saling berinteraksi memengaruhi proses pembelajaran.
·         Pendekatan kedua, pemrosesan informasi, menitikberatkan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian, ingatan, pemikiran, dan proses kognitif lainnya.
·         Pendekatan ketiga, konstruktivis kognitif, menekankan konstruksi kognitif terhadap pengetahuan dan pemahaman.
·         Pendekatan keempat, konstruktivis sosial, fokus pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.


Pada foto yang kami ambil di atas, merupakan keadaan ketika guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan setelah guru telah selesai menjelaskan. Proses pembelajaran seperti ini kami simpulkan bahwa guru secara tidak langsung menggunakan teori pembelajaran kognitif dengan pendekatan konstruktivis kognitif, dimana anak-anak diharapkan dapat memahami apa yang telah diajarkan oleh pendidik kemudian dapat mengerjakan latihan-latihan yang terdapat pada buku.
Namun di sisi lain, pengaruh letak duduk & keadaan kelas juga mempengaruhi secara tidak langsung. Karna jika diamati dengan jelas pada gambar tersebut, beberapa siswa yang duduk dibagian belakang mulai bermalas-malasan ketika guru tidak terlalu fokus kepada mereka.
2.  Metode Observasi
Riset Deskriptif. Riset ini bertujuan mengamati perilaku. Misalnya seorang ahli psikologi pendidikan mengamati sejauh mana anak-anak bersifat agresif di dalam kelas, atau mewawancarai guru tentang sikap mereka terhadap jenis strategi tertentu.
Untuk memenuhi tugas observasi ini, kami menggunnakkan metode seerti yang diatas karena kami hanya mengamati bagaimana proses belajar mengajar yang terjadi antara guru dan siswa. Kami juga mengamati bagaimana interaksi yang terjadi saat proses belajar berlangsung.
3. Manajemen Kelas
Kelas yang di observasi terdiri dari 33 orang dimana jumlah siswa yang semakin banyak bisa menurunkan daya konsentrasi dan semangat belajar serta motivasi yang diberikan. Serta terjadi ketidak efektifan proses belajar. Ruangan kelas menggunakan gaya penataan audotirium, dimana semua murid duduk menghadap guru.
      E.Rangkuman Hasil Observasi
Penerapan teori-teori yang terjadi pada proses belajar di kelas observasi memberikan manfaat dimana murid lebih memahami apa yang disampaikan guru dan mudah untuk bagaimana mereka mengerjakan soal yang sulit, tugas yang diberikan juga bisa menjadikan latihan dalam belajar tentang materi yang telah disampaikan oleh pengajar.
Namun, menurut kami masih kurang efektif proses belajar yang terjadi karena guru tidak memberikan reinforcement pada siswa yang tidak mengikuti pelajaran atau tidak mengerjakan tugas, sehingga siswa tidak mengerti tentang konsep dirinya swebagai seorang siswa. Mereka juga tidak menemukan motivasi yang dibutuhkan pada saat belajar.
Kefektifan itu terjadi disebabkan juga kondisi dari lingkungan yang terjadi pada anak dimana lingkungan juga telah mempengaruhi sistem belajar mereka serta pengalaman diruma bersama orangtua menjadikan mereka mengambil kesimpulan tersendiri atas motiv belajar yang mereka gunakan.
  F.Testimoni Tentang Perencanaan dan Proses Observasi
Ada banyak kendala saat melakukan perencanaan untuk observasi, dimana untuk menentukan sekolah, jenjang dan yang lebih sulit saat menyatukan semua waktu anggota untuk berkumpul membahas tentang tugas ini. Dengan hati yang sangat jujur, kami merencanakan ini seminggu sebelum deadline ditentukan dan itu sangat mendadak menurut kami. Tapi kami menemukan kekompakan dimana dengan pembagian tugas masing-masing saat merencanakan untuk tuugas observasi.
Dessy Awallia-131301020~ Dimana sulitnya untuk mencari sekolah, meminta izin dengan kepala sekolah, mengurus surat izin dan mengatur pertemuan selanjutnya untuk melakukan observasi. Berkomunikasi dengan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung dan yang agak sulit saat menyusun kata-kata untuk meminta izin. Mengatur konsep observasi yang berlangsung. Banyak belajar menjadi seorang leader dalam kelompok yang menguji kesabaran, keikhlasan, serta menampun semua pendapat dari anggota.
Safira Salsabila-131301040~Tugas yang mungkin tidak berat tapi lumayan menguji kesbaran untuk menunggu surat izin keluar dan memberikannya kepada Kepala Sekolah dan mencari bagaimana mendapatkan kamera sebagai peralatan yang dibuutuhkan saat observasi dan mengatur metode yang harus dipakai saat observasi dan menganalisis observasi berdasarkan metode yang digunakan. Namun, semua bisa terselaikan saat kelompok bisa bekerja sama dalam proses terjadi.
Mutia Lestari-131301070~ Mengamati dan mencoba berinteraksi dengan anak-anak sekolah dasar itu adalah kesulitan yang mungkin membuat hati nurani berbicara bagaimana dahulu saat menjadi seorang anak sekolah dasar memiliki sifat yang unik dan kepolosan yang masih natural saat bertemu dengan orang lain. Menganalisis semua hasil pengamatan dengan teori-teori yang ada mungkin tidak terlalu sulit namun begitu rumit untuk mengatur kata-kata yang tepat tentang anak-anak itu.
Dwi Clara-131301116~ Mengambil data untuk dokumentasi adalah hal tidak sulit namun saat meminta izin untuk mengajak anak-anak itu untuk pengambilan data menjadi hal sulit untuk mengatur psisi mereka dan membuuat mereka berdiam sesaat. Tapi saya belajar dari mereka bahwa beginilah anak-anak yang masih berkembang dengan naturalnya seorang anak.
Dessy Natalia-131301130~ Mengamati interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar menjadi pelajaran bagi saya sendiri. Begitu sulitnya mengamati mereka dalam proses belajar, dimana ada yang bermain-main saat guru menerangkan, ada yang bercerita dengan temannya saat pelajaran berlangsung dan yang paling sulit adalah saat observasi berlangsung dan mereka tau sedang d observasi, dimana mereka menjadi baik saat kami mengamati interaksi mereka. Namun, itu semua sudah bagian dari resiko observasi ini.
Dengan semua kendala dan pelajaran yang kami lalui dalam proses observasi sampai selesai menjadikan kami belajar untuk merencanakan hal yang lebih baik lagi sesuai dengan konsep dan metode yang tepat. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu jalnnya proses observasi ini dan terkhusus pada yang teah bersedia kami observasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua dosen Psikologi Pendidikan atas tugas yang telah diberikan ini terutama kepada Ibu Filia Dina Anggaraeni yang telah membantu kami  dan dengan senantiasa selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami saat kami tidak memahami tugas ini, serta arahan yang telah diberikan kepaa kami.
   G.   Dokumentasi











 SLIDE SHARE (PPT)

Address link kelompok 13: